Pages

Di Seminar Pengembangan Diri, Ippho Santosa Serukan SDM Yang Kompetitif

Di seminar motivasi atau seminar pengembangan diri, berkali-kali saya ingatkan soal perlunya kehadiran SDM yang kompetitif.

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya optimistis SDM Indonesia bisa tembus lapangan kerja internasional. Bukan hanya untuk tenaga kerja kasar, tapi juga posisi yang lebih tinggi skill-nya seperti ABK, mesin, listrik, kesehatan, minyak dan gas bumi.

"Saya optimistis, tenaga kerja kita tidak hanya bisa merajai pasar tenaga kerja lokal, tapi juga luar negeri. Ini setelah Komite Akreditasi Nasional (KAN) diakui dunia sehingga dengan logo KAN, tenaga kerja Indonesia bisa diterima di mana saja," kata Bambang dalam konpres di Kantor BSN, yang dikutip oleh berbagai media.

‎Eksistensi KAN telah diakui secara formal oleh  sejumlah asosiasi akreditasi internasional. Di antaranya International Accreditation Forum (IAF), Pacific Accreditation Cooperation (PAC), Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC), dan Intemational Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC).

Indonesia bisa!

Kelas Motivasi, Seminar Motivasi

Di sebuah seminar motivasi, saya pernah berujar, "Merasa bodoh itu baik." Lho, kok bisa? Karena dengan demikian, akhirnya kita mau belajar. Dampaknya, yah kita semakin pintar. Lha, kalau merasa pintar? Sebaliknya, itu kurang baik. Karena bikin kita malas belajar. Dampaknya, yah kita semakin bodoh.

Seminar-Motivasi-Kelas-Inspirasi-Kelas-Motivasi-Kelas-NLP

Si bebal mungkin ngotot dan melotot, “Halah! Nabi Muhammad aja nggak sekolah, nggak kuliah! Bisa sukses kok!” Adalah benar beliau tidak pernah sekolah secara formal, namun beliau adalah pembelajar sejati. Dan beliau memiliki mentor-mentor istimewa. Untuk urusan agama, mentornya adalah Jibril, sang malaikat wahyu. Untuk urusan bisnis, mentornya adalah Abu Thalib, sang paman tercinta.


Sekarang coba lihat kanan-kiri kita, adakah Jibril di sana? Hehehe, nggak ada tho? Berarti, kita harus belajar dari guru-guru agama yang lebih alim. Coba juga lihat ayah kita dan paman kita, apakah mereka kaya? Kalau tidak, berarti kita harus belajar dari mentor-mentor bisnis yang lebih sukses. Ini sering saya sampaikan di berbagai seminar motivasi.

Makanya setulus hati saya menyarankan, sisihkan waktu dan uang untuk belajar. Miliki mentor. Ketika keilmuan kita gitu-gitu aja, jangan heran kalau pikiran kita dan tindakan kita juga gitu-gitu aja. Walhasil, rezeki kita pun gitu-gitu aja. Think.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.





...